Berterimakasihlah, berkat salah satu author Akiba Nation yang telah membahas level kata “Heee”. Membuat mimin terinspirasi untuk berbagi hal baru dengan kalian dalam artikel kali ini. Masih seputar percakapan bahasa jepang, mimin akan membawa satu kata yang sering kalian temui. Terutama yang gemar nonton anime atau film jepang pasti hafal deh.

Baca Juga: Tak Terduga, Ini 5 Kebiasaan Orang Jepang Paling Sulit Dirubah

Yup, hari ini kita akan membehas tentang level kata “Hai”. Sebelumnya akiba-chan dan akiba-kei tau nggak apa arti kata tersebut? Yodah kalo belum tau mimin bahas pelan-pelan deh. 😀

“Hai” (はい。) dalam percakapan bahasa jepang secara literal memiliki arti “ya/yes”. Nah ternyata, seperti halnya kata “Hee”, kata ini juga memiliki level sesuai dengan situasi dan penggunaannya. Masih featuring abang youtuber kocak Shenlim, mimin akan membantu kalian mengupas tuntas 3 Level kata “Hai” dalam percakapan bahasa jepang sehari-hari. Buat akiba-chan dan akiba-kei yang tertarik untuk belajar bareng, silahkan simak baik-baik penjelasannya dibawah ini:

1 – HAI?

Level kata “Hai” yang pertama diucapkan dengan menambahkan tanda tanya dibelakangnya. Jadi selain berguna untuk memberi jawab “ya”, kata ini juga bisa digunakan untuk bertanya. Hmm… lebih tepatnya mungkin menanyakan kalimat yang kurang jelas kepada lawan bicara. Contohnya:

A = “eh, isi mapnya kemarin udah difoto copy belum ya?” (keadaan ada banyak map)
B = “hai?”

Ternyata tak hanya menanyakan kejelasan, “Hai?” juga bisa digunakan untuk mengejek atau menyepelekan kalimat/keadaan yang baru saja dilontarkan oleh lawan bicara lho. Contohnya nih:

A = “gue pikir, gue lah satu-satunya cowok tertampan di sekolah ini.
B = “hai?” (kasarannya: muka kayak lo? becanda…)

Jawaban dari dua contoh ini bermakna beda. Yang atas ingin memperjelas pertanyaan lawan sedangkan yang bawah untuk menyepelekan pertanyaan lawan. Ngerti kan? 😀

 

2 – HAAAAAAAAAI

percakapan bahasa jepang

Pengucapan kata “hai” dengan nada yang panjaaaang. Berarti “sangat amat mengerti” atau “iya, iya, udah paham kok”. Namun pengucapan kata ini dengan nada panjang juga biasa dipakai oleh kaum perempuan karena dinilai memiliki sifat moe. Jadi bisa bikin mereka kelihatan tambah imut. -__-
Contohnya:

Mama = “Ayo bangun sudah siang!”
Ichi    = “. . . . .” (nggak menjawab)
Mama = “Bangun woy! denger nggak sih?!”
Ichi    = “Haaaaaaaaai”

Contoh dikalangan para cewek:

Mama = “Mio-chan sarapan sudah siap lho…”
Mio     = “Haaaaaaaaaai” (lari ke meja makan sambil pasang muka berseri)

Baca Juga: 10 Fakta Bahasa Jepang yang Perlu kamu Ketahui!

 

3 – HAI, HAI, ah! HAI!

Level yang ketiga ini biasanya bisa kalian temu dalam percakapan bahasa jepang saat menggunakan telepon. Coba deh dengerin anime atau film yang ada adegan telpon-telponannya. Pasti mereka bilang “hai” berkali-kali. 😀

Kata “hai” yang seperti ini memiliki makna setuju dengan semua apa yang dikatakan lawan bicara. Tanpa ada bantahan maupun kebingungan. Biar lebih ngerti coba simak contohnya berikut ini:

Akina = “Moshi Moshi”
Shun = “Hello, ada apa akina?”
Akina = “Shun nanti jadi kerumah ku kan?”
Shun = “Hai…”
Akina = “Jangan lupa bawa kotaknya ya”
Shun = “Hai…”
Akina = “Oya, di dekat rumahku ada kecelakaan. Jadi macet. Nanti lewat belakang aja ya.”
Shun = “Hai, Ah! Hai!”
Akina = “Jaa mata atode neee”

Jawaban yang terkahir diberikan oleh Shun memiliki arti bahwa dia setuju dengan apa yang dikatakan Akina meskipun sebenarnya dia juga kaget karena baru tau ada kecelakaan. Namun tidak ada bantahan. Beda kalau di Indo ya, pasti ngerumpi dulu itu, jawabnya nggak “hai, hai…” doang 😀

Level 1 sampai 3 udah mimin bahas nih akiba-chan dan akiba-kei. Ada yang masih penasaran? Coba nonton videonya dibawah ini deh. Atau kalau kesusahan langsung aja tanya sensei di AKIBANATION CLASSROOM ya! 🙂

Comments

Loading...