Para fans anime bisa merasa agak bangga dan lega dengan kabar kalau industry anime secara keseluruhan dikatakan makin naik keuntungannya. Memberikan potensi bagi industry itu berkembang makin maju untuk kedepannya. Tapi dunia otaku tak hanya anime, ada berbagai bisnis lain juga di dalamnya. Dan baru-baru ini dirilis data naik turun berbagai bisnis otaku, yang sayangnya, 3 diantaranya mengalami penurunan tahun ini.

Data ini didapat dari research yang dilakukan Penelitian Yano yang dibuat di Tokyo. Mereka melihat perubahan yang terjadi dalam sector bisnis berbagai bisnis otaku berdasarkan genre dan fandom dari tahun 2015 sampai 2017 di Jepang. Ada yang mengalami kenaikan, ada yang naik turun, dan ada yang makin turun. Sekarang kita akan melihat bisnis fandom apa saja di Jepang yang menurun keuntungannya;

Doll

Doll disini adalah boneka, dan bisnis itu dicatat dalam kategori yang berbeda dengan Figure. Kemungkinan karena Doll tak selalu berbentuk karakter anime, dan memiliki sendi dan memakai baju yang seringnya dibuat dengan bahan kain asli. Dan mungkin karena kerumitan itu, bisnis ini mengalami penurunan setiap tahunnya, yang berawal dari 13,5 milliar pada tahun 2015, jadi 13 tahun 2016, dan tahun ini jadi 12,5 milliar Yen.

 

Cosplay

Yang ini agak mengejutkan, apalagi mengingat adanya event Halloween setiap tahun, sampai bisa membuat Shibuya jadi kotor. Tapi bisnis cosplay malah dikatakan mengalami penurunan setiap tahun dari 2015, yang saat itu mencapai 43 milliar Yen, dan pada tahun 2016 jadi 39 milliar, dan tahun ini jadi 35 milliar Yen.

Sebagai sampingan, bisnis jasa yang memakai cosplay macam Maid Café dimasukkan dalam kategori yang berbeda. Dan dikatakan kalau bisnis jasa semacam itu mengalami penurunan pada tahun 2015-2016 dari 11,5-11,1 milliar Yen, tapi tak ada perubahan untuk tahun 2017 ini.

 

Eroge

Eroge alias game hentai atau adult game mengalami penurunan yang agak besar dari tahun 2015-2017 ini setiap tahunnya. Dari 17,6 milliar tahun 2015, menjadi 16,8 pada tahun 2016, dan tahun ini keuntungannya 16 milliar Yen. Kemungkinan ini disebabkan semakin kecilnya distribusi game fisik karena distribusi digital.

Sedikit berhubungan dengan kategori tersebut, keuntungan untuk bisnis JAV naik turun. Tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 50 milliar jadi 49,2 milliar, tapi mengalami sedikit kenaikan tahun 2017 ini menjadi 49,5 milliar Yen. Mungkin karena itu bintang AV mulai melakukan sampingan unik.

Dan bicara soal game, untuk genre Romance game juga bernasib mirip industry JAV. Setelah mengalami penurunan tahun sebelumnya dari 16,3 milliar jadi 15 milliar, tahun 2017 ini ada sedikit kenaikan jadi 15,5 milliar Yen.

 

Dan berantai dari genre romance, untuk romance antar bishie alias genre BL bernasib mirip bisnis Maid Café, walau tak begitu besar. 2015-2016 ada penurunan dari 22 milliar jadi 11,9 milyar Yen, dan untuk tahun 2017 ini tak ada perubahan.