Sekuhara. Merupakan bentuk wasei eigo yang mewakili sexual harrassment. Pasti akiba-chan dan akiba-kei udah pada tau kan ya. Pelecehan seksual memang bisa terjadi dimana saja. Jangankan di negeri yang masih termasuk berkembang kayak negeri kita. Di jepang juga masih banyak kok pelaku sekuhara. Sekuhara di jepang juga bermacam-macam mulai dari secara fisik, colek-colek lah, pegang-pegang lah, ato semacamnya. Juga sampai secara verbal/kata-kata, siulan, dsb.

Kalau di jepang, sekuhara kebanyakan terjadi di tempat umum yang rameee banget. Terutama di kereta yang menjadi alat transportasi utama mereka. Nah orang yang gerak-geriknya mencurigakan biasanya disebut “fushinsha”. Sebutan ini bisa mengarak kepada orang yang emang kelakuannya aneh atau mereka yang termasuk pelaku sekuhara.

Seperti disini, pelaku sekuhara atau fushinsha menarget wanita secara acak. Nggak peduli elo udah apke baju lapis berapa, pake penutup kepala, rok panjang, bahkan jubahan pun masih bisa jadi sasaran mereka. Emang dasarnya jahat ya jahat aja gitu kasarannya.

Nah untuk mengatasi permasalahan tentang fushinsha ini jepang pernah membuat Poster peringatan di setiap sudut tempat umum. Mereka juga melakukan berbegai penelitian melalui Japan Suspicious Person Information Centre (JASPIC) untuk memberikan solusi dan penanganan akurat untuk masyarakat. Salah satunya yaitu menerbitkan informasi mengenai tempat yang paling sering didatangi oleh pelaku sekuhara.

 

Dari penelitian JASPIC selama tujuh bulan diketahui bahwa hampir lima puluh persen kemunculan pelaku sekuhara terjadi di sekitar statiun dan kereta. Dari data laporan kepolisian tercatat 11.607 kasus terjadi sepanjang ibulan Mareh sampai October 2017. Setengahnya dilaporkan terjadi di stasiun kereta. Itu yang official, alias yang dilaporkan secara resmi ya. Belum yang dianggep angin lalu sama korbannya.

Dari sinilah JASPIC akhirnya merilis 15 stasiun jepang paling sering terjadi sekuhara. Dan mahal mungkin jadi tempat nongkrong para pelaku sekuhara. Setidaknya terjadi satu sampai dua kali laporan salam sebulan di stasiun berikut ini:

  1. Shin-Sapporo (Hokkaido)
  2. Nagamachi-Minami (Miyagi)
  3. Maebashi (Gunma)
  4. Higashi-Omiya (Saitama)
  5. Miyahara  (Saitama)
  6. Kami-Fukuoka (Saitama)
  7. Kita-Toda (Saitama)
  8. Kasukabe (Saitama)
  9. Tokorozawa (Saitama)
  10. Shiki (Saitama)
  11. Tozuka-Angyo (Saitama)
  12. Nishi-Kawaguchi (Saitama)
  13. Honjo (Saitama)
  14. Ikuta (Kanagawa)
  15. Noborito (Kanagawa)

Selain lima belas nama diatas, ada juga sepuluh stasiun lainnya yang berpotensi tinggi. Namun terjadinya kasus tidak sebanyak yang diatas:

  • Mukogaoka-Yuen (Kanagawa)
  • Shizuoka (Shizuoka)
  • Hamamatsu (Shizuoka)
  • Komyoike (Osaka)
  • Yamato-Saidaiji (Nara)
  • Kobe-Sannomiya (Hyogo)
  • HyogoHimeji (Hyogo)
  • Okayama (Okayama)
  • Hiroshima (Hiroshima)
  • Meinohama (Fukuoka)

Dari data diatas, dapat dilihat Saitama adalah Prefektur yang stasiunnya paling sering disatroni pelaku sekuhara. Bila dikelompokkan berdasarkan kasus yang pernah terjadi urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Saitama (1,711 kasus)
  2. Osaka (1,227 kasus)
  3. Aichi (989 kasus)
  4. Tokyo (969 kasus)
  5. Hyogo (923 kasus)
  6. Hokkaido (717 kasus)
  7. Shizuoka (687 kasus)
  8. Kanagawa (537 kasus)
  9. Fukuoka (508 kasus)
  10. Miyagi (426 kasus)
  11. Hiroshima (382 kasus)
  12. Kyoto (362 kasus)
  13. Chiba (241 kasus)
  14. Okayama (149 kasus)

Wah ngeri sekali ya akiba-chan dan akiba-kei. Kalian perlu berhati-hati saat melewati jalur ini. Bila merasa ada yang tidak beres jangan takut. Segera laporkan kepada petugas terdekat.

Comments

Loading...