Content provided by Keepo. Pada umumnya, yang namanya tuntutan hukum aka lawsuit di dalam industri Video Game menyangkut hal-hal seperti penyalahgunaan hak cipta atau menduplikat (cloning) game dengan sangat mirip tanpa izin kreator game aslinya yang akhirnya, merugikan seluruh konsumen.

Editor’s Picks:

Intinya, tuntutannya masih masuk akal. Namun lucu nan uniknya, ternyata ada loh guys tuntutan yang justru kalau dipikir sangat konyol. Entah apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang memberikan tuntutan ini. Berikut adalah 10 tuntutan hukum video game konyol yang dimaksud tersebut.

10 – Nintendo VS Blockbuster Video

Nintendo VS Blockbuster Video

Sebenarnya kalau dipikir secara logika, tuntutan yang diberikan oleh Nintendo terhadap tempat penyewaan (rental) ngetop di AS ini masuk akal. Nintendo menuntut Blockbuster Video atas langkah Blockbuster yang kerap memberikan manual guide dari game milik Nintendo dalam bentuk fotokopi tanpa sepengetahuan Nintendo. Nintendo pun menuntut Blockbuster Video atas tuntutan pelanggaran hak cipta (copyright infringement) yang berakhir dengan kemenangan Nintendo di meja hijau.

Memang, sekali lagi tuntutan ini lumrah. Namun yang konyol adalah, mengapa yang ditutntut hanya Blockbuste? Nyatanya banyak juga kok tempat rental game di luar sana yang melakukan hal serupa.

9 – The Romantics VS Guitar Hero

The Romantics VS Guitar Hero

Kalau misalkan developer game simulasi gitar hit, Guitar Hero, Activision, dituntut oleh band/penyanyinya karena si developer menyertakan lagu mereka tanpa meminta izin terlebih dahulu, tentunya tuntutan tersebut masih wajar banget untuk dilakukan. Tapi kalau misalkan si band/penyanyi sudah setuju, tapi ujung-ujungnya masih dituntut juga? Nah ini baru konyol banget guys. Dan inilah yang persis terjadi dengan band Rock, The Romantics dengan seri Guitar Hero, Guitar Hero Encore: Rock of the 80’s (2007).

Jadi begini, memang benar The Romantics telah memberikan izin pada Activision untuk menyertakan lagu hit-nya, “What i Like About You” sebagai salah satu lagu yang bisa dimainkan di game tersebut. Namun band ini menjadi risih ketika mendengar lagu mereka yang notabene merupakan versi cover (bukan versi asli lagu mereka), menurut mereka (dan memang sih) terdengar sangat mirip dengan aransemen lagu aslinya.

Dan menurut mereka lagi, hal ini nantinya ditakutkan akan membuat fans dan awam akan menganggap bahwa lagu tersebut adalah lagu versi mereka. Alhasil mereka pun menuntut Activision akan hal tersebut.

Ironisnya, para hakim memenangkan Activision dikarenakan menurut penguasa meja hijau tersebut, Activision telah memiliki dokumen-dokumen yang sah untuk memproduksi versi cover yang ditampilkan di game tersebut.

8 – The Olsen Twins VS Acclaim Entertainment

The Olsen Twins VS Acclaim Entertainment

Bagi kamu yang generasi milenial, Mary-Kate & Ashley Olsen adalah duo bintang kembar yang ngetop melalui peran mereka sebagai Michelle Tanner di seri drama keluarga hit 80 dan 90an, Full House dan juga, adalah kakak dari pemeran Scarlett Witch di ranah MCU, Elizabeth Olsen.

Nah dikarenakan kepopuleran keduanya kala itu, maka nggak heran apabila pihak developer sekaligus publisher video game top Accalaim Entertainment semenjak tahun 1999, merilis berbagai seri video game yang dilakoni oleh duo kembar asal California, AS ini.

Kerjasama yang awalnya indah, ironisnya harus berakhir menjelang awal 2004 setelah perusahaan milik mereka, Dualstar Entertainment Group, menuntut Acclaim atas kelalaian mereka untuk membayar ganti rugi sebesar hampir $178.000 sesuai perjanjian pasca keduanya berpisah.

Di tuntutan tersebut tertulis juga bahwa selain harus membayar ganti rugi yang telah disebutkan di atas, Acclaim juga harus membayar uang penalti sebesar $300.000 sebagai konsekuensi atas tidak dirilisnya game Mary-Kate and Ashley in ACTION! di seluruh console game yang telah dijadwalkan sebelumnya. Singkat cerita, akhirnya Acclaim memenuhi tuntutan tersebut.

Ya memang sih tuntutan ini sangat wajar. Namun mengingat seluruh seri game mereka let’s say tidak terlalu keren-keren banget, ya agak konyol aja sih pake drama tuntut-menunutut yang agak lebay ini.

7 – Keluarga Wilson VS Mortal Kombat

Keluarga Wilson VS Mortal Kombat

Semenjak game tarung kontroversial, Mortal Kombat dirilis pada tahun 1992, nggak dipungkiri kalau game karya Ed Boon & John Tobias ini, kerap menimbulkan bebagai masalah kekerasan real-life yang ironisnya berujung pada kematian. Dan kasus yang akan kita bahas inipun juga tidaklah berbeda sama sekali.

Jadi pada tahun 1997, seorang anak berusia 13 tahun bernama Noah Wilson, ditusuk hingga tewas oleh sahabatnya sendiri yang sangat candu memainkan game Mortal Kombat (bisa dipastikan spesifiknya disini adalah Mortal Kombat 3).

Atas peristiwa mengenaskan tersebut, wajarlah apabila ibu kandung Noah langsung menuntut pihak developer MK, Midway Games. Namun, dikarenakan berdasarkan amandemen pertama yang secara hukum memperbolehkan studio game manapun untuk dapat bebas memproduksi game apapun (terlepas memuat konten kontroversial), akhirnya para hakim memutuskan bahwa Midway tidak memiliki tanggungan apapun terhadap kematian Noah.

Nah faktor konyolnya di  sini bukanlah terhadap keputusan para hakim tersebut. Namun lebih ke sang ibu.
Ya. Sudah tahu pada dasarnya studio game dilindungi oleh amandemen pertama tersebut. Mengapa tidak menunutut keluarga sahabatnya saja?

Faktor konyol kedua (ya lebih ke miris sih) adalah ternyata bukan hanya faktor candu main MK saja yang membuat sahabat Wilson melakukan tindakan keji tersebut. Spesifiknya, ketika dirinya melakukan tindakan pembunuhan tersebut, si sahabat ini menganggap dirinya adalah Cyrax.

Bagi kamu yang kurang familiar, Cyrax adalah karakter robot ninja berwarna kuning yang melakukan debutnya di Mortal Kombat 3 (1995) bersama rekan robot ninjanya yang juga melakukan debutnya di game tersebut, Sektor, ninja berwarna merah dan Smoke, ninja berwarna Indigo (campuran biru dan ungu).

6 – No Doubt VS Band Hero

No Doubt VS Band Hero

Lagi-lagi Activision dengan game simulasi musik-nya yang bermasalah dengan hukum. Kini adalah giliran Band Hero (2009) yang dituntut oleh band alternatif top 90an, No Doubt. Yap guys. Band yang vokalisnya adalah si “Hollaback Girl”, Gwen Stefani ini, menuntut game tersebut atas alasan avatar game mereka yang digunakan di lagu selain dua lagu No Doubt yang ada di game ini, Don’t Speak dan Just a Girl.

Yap, gue ngerti banget kalau kamu langsung membelalakkan mata sembari berteriak, “WHAT?” Karena memang seperti yang kita tahu, avatar band yang ada di Band Hero dan Guitar Hero, mau itu No Doubt, Nirvana atau bahkan let’s say misalkan Linkin Park sekalipun, itu sifatnya memang bebas. Alias sekali lagi, mereka boleh ditampilkan di lagu penyanyi atau band lain.

Berdasarkan fakta tersebut, maka gak heran apabila hakim lagi-lagi memenangkan Activision atas kasus ini. Pasca membaca fakta kasus ini, tak pelak pastinya kita langsung garuk kepala penasaran sendiri.

Maksudnya di sni, kitapun jadi bertanya, “Apakah Gwen cs sebelumnya belum pernah memainkan game Guitar Hero?” Atau kalaupun memang belum pernah, mengapa mereka gak menyempatkan waktu sejenak untuk melakukan riset, at least nanya ke temen atau pihak Activision-nya terkait seluk beluk franchise game simulasi musik ini? Dijamin banget kalau misalkan mereka melakukan salah satu dari dua langkah di atas, tuntutan agak konyol ini, tentunya nggak bakalan pernah ada.

5 – Beyonce VS Gate Five

Beyonce VS Gate Five

Mungkin tidak pernah terpikir oleh kita kalau sosok penyanyi segokil Beyonce Knowles bisa berurusan dengan tuntutan hukum (lawsuit). Namun kenyataannya, inilah yang terjadi di tahun 2011 silam. Beyonce kala itu dituntut oleh developer game pendatang baru, Gate Five yang merasa super kecewa atas tindakan istri rapper Jay-Z ini, yang tiba-tiba secara sepihak memutuskan untuk hengkang darri proyek game simulasi dansa, Starpower: Beyonce.

Proyek game Starpower: Beyonce pada dasarnya adalah game dansa layaknya Just Dance namun dengan menggunakan karakter motion capture dan lagu-lagu milik Beyonce. Dikarenakan tindakan si diva tersebut, Gate Five ironisnya, harus memecat 70 staff-nya.

Berdasarkan fakta miris tersebut, maka gak heran apabila Gate Five menuntut ganti rugi sebesar $6.7 juta untuk biaya kompensasi dan $100 juta untuk seluruh biaya kerusakan (damage). Dan walau tidak disebutkan jumlah “duit damai-nya”, yang jelas di pertengahan 2013, kasus ini telah selesai.

Hal inipun membuat kita bertanya, mengapa Beyonce sampai memutuskan hengkang padahal dia sudah dijadwalkan dan dipromosikan? Usut punya usut, ternyata Beyonce mempermasalahkan gaji yang akan diterimanya. Bukan masalah jumlahnya guys. Melainkan lebih ke fakta bahwa menurut Beyonce dan tim legal-nya, Gate Five tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah yang diinginkan Beyonce.

4 – Jack Thompson VS Game Kekerasan

Jack Thompson VS Game Kekerasan

Bagi kamu yang belum familiar, Jack Thompson adalah pengacara yang juga sekaligus aktivis yang  sejak tahun 90an “rajin” mengkampanyekan anti video game kekerasan atau video game bersifat tabu lainnya.

Mulai dari Mortal Kombat, Bully hingga tentunya franchise Grand Theft Auto (GTA), tidak ada yang luput dari kecaman pria yang kerap mengatakan anti video game ini. Bahkan gak jarang diirnya juga menuntut pihak developer game-nya.

Sebenernya wajar nan lumrah saja sih tuntutan ini. Namun, dikarenakan selain dirinya yang kerap mengatakan sebagai sosok anti video game tersebut serta pada dasarnya seluruh industri video game (terutama developer game tabu) tetap lanjut untuk merilis game-nya, alhasil tuntutan serta sosok Jack sendiri kini sudah dianggap benar-benar konyol.

3 – Lindsay Lohan VS Grand Theft Auto V

Lindsay Lohan VS Grand Theft Auto V

Dari seluruh tuntutan konyol yang ada di daftar, bisa dibilang inilah tuntutan yang paling ngetop hingga detik ini. Buat kamu yang belum tahu, di Grand Theft Auto V (2013) terdapat karakter cewek bernama Lacey Jones. Nah di salah satu misi yang terdapat di dalam game ini, kita diharuskan menyelamatkan Jones dari kejaran Paparazzi.

Melihat kemiripan karakteristik tersebut serta pose foto-foto tampilan Lacey di game ini yang agak mirip dengan foto-foto pribadi yang pernah diunggah oleh Lohan, alhasil aktris berusia 31  tahun ini menuntut Rockstar Games.

Akan tetapi pada akhirnya, tuntutan Lohan tersebut ditolak oleh pengadilan dengan alasan bahwa karakter Lacey tidaklah lebih dari gambaran artistik general dari kebanyakan cewek berusia 20 tahun-an pada umumnya.  Dan menurut mereka juga, karakter ini tidaklah menampilkan karakteristik fisik yang serupa seperti Lohan.

Dan menurut gue pribadi, karakter Lacey dengan Lohan mungkin ada sedikit kemiripan tapi tidak eksplisit amat emang. Jadi ya nggak konyol memang kalau cuma gara-gara agak mirip dengan foto lama pribadi, lalu kemudian langsung main tuntut saja.

2 – Seorang Gamer Rusia VS Fallout 4

Seorang Gamer Rusia VS Fallout 4

Di tahun 2015, seorang gamer asal Rusia tiba-tiba mengejutkan publik ketika dirinya memberikan tuntutan hukum (lawsuit) ke developer game Bethesda Softworks terkait game hit mereka Fallout 4 (2015), yang dianggapnya terlalu adiktif untuk dimainkan. Menurutnya, saking adiktif-nya, alhasil dirinya tidak hanya kehilangan pekerjaan dan diceraikan istrinya saja, namun juga membuatnya lupa makan dan lupa tidur (well, untung aja nggak lupa napas).  Dan yang lebih gokil-nya guys, jumlah tuntutan yang diajukannya hanya sebesar 500.000 Rubles atau sekitar $7000.

Well, Pertama, kalau gue jadi si gamer, gue bakal nuntut lebih gede lagi. Kedua, tuntutan yang diajuin ini konyol banget. Soalnya ini jelas-jelas bukan salah Bethesda. Oke, mungkin game ini saking kerennya jadi bikin adiktif. Tapi, harusnya si gamer bisa ngontrol diri dong. Yang namanya main game, memang bisa bikin lupa waktu. Tapi bukan berarti sampai over kayak kasus ini. Kalau ini mah dasar gamernya aja yang nggak bisa ngatur waktu.

1 – Tim Langdell VS “Edge”

Tim Langdell VS

Tim Langdell adalah pendiri perusahaan game developer bernama Edge Games di tahun 1990. Nah menurutnya dikarenakan dirinya lebih duluan menggunakan kata Edge, maka dirinya pun melarang perusahaan game manapun untuk menggunakan kata Edge di dalam game mereka. Kalau sampai menggunakan, pasti akan ia tuntut.

Dan sudah ada 2 contoh game yang menderita akibat klaim super konyol Langdell ini. Pertama, adalah franchise game tarung pedang legendaris, Soul Edge (1995-2018). Dikarenakan klaim konyol Langdell tersebut, ketika dirilis di A.S, game ini dirubah namanya menjadi Soul Blade dan seterusnya hingga sekarang, Soul Calibur.

Kedua, adalah game puzzle buatan Mobigame, Edge (2009). Dikarenakan memakai judul tersebut, alhasil Langdell menuntut Mobigame dan i-Tunes app store untuk tidak merilis dan menjual game ini. Untungnya, setelah berapa kali keluar masuk, game ini tetap dirilis dan bahkan lumayan laku keras.

Sebenarnya game first-person action-adventure hit, Mirror’s Edge (2008), hampir saja terkena tuntutannya juga. Untungnya, developer game tersebut Electronic Arts (EA), bisa melawan Langdell yang alhasil membuat game tersebut tetap menjadi seperti yang kita tahu sekarang ini.

Untunglah semenjak 2010 (dan mulai aktif di tahun 2013), pengadilan memutuskan bahwa klaim Langdell tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Dengan kata lain, semua game kini boleh menggunakan kata “Edge” di judul game mereka.

Nah guys. itulah tadi kesepuluh tuntutan video game terkonyol yang pernah eksis di dalam sejarah video game. Bagaimana pendapatmu dengan fakta-fakta konyol ini? Dan dari kesemuanya, yang manakah yang kalian anggap merupakan tuntutan yang benar-benar konyol?

Comments